Sari's posts with tag: perjalanan
Posted by Sari on Jun 27, '08 10:38 AM for everyone |  | Taj Mahal... sebuahtanda cinta abadi seorang sultan terhadap permaisurinya yang telah melahirkan 12 orang anaknya...
Bangunan putih itu adalah kuburannya....bagian bawah merupakan mesjid... kanan kiri bangunan tersebut juga mesjid yang indah...
Bangunan tersebut dari batu pualam dan ornamen2nya di 'tatah' dengan batu batuan mutumanikam...LUAR BIASA.....
Di belakang banguan ini ada sungai Yamuna....yang membelah kota tua Agra... |
Posted by Sari on Nov 6, '07 5:17 AM for everyone
Posted by Sari on Nov 6, '07 5:13 AM for everyone |  | jalan jalan ke Bintan bulan September lalu |
Posted by Sari on Aug 24, '07 1:23 AM for everyone |  | photos of things that I love from Bali |
Posted by Sari on Aug 24, '07 12:26 AM for everyone |  | what a trip... just wonderful!! |
Posted by Sari on Aug 23, '07 11:55 PM for everyone |  | To praise the THE CREATOR in many ways can be such a beautiful spiritual journey...
May GOD bless us all. |
Posted by Sari on Aug 7, '06 9:36 PM for everyone |  | yang tersisa dari liburan di Bali... |
Posted by Sari on Jul 17, '06 2:05 PM for everyone |  | seru banget kalo ke bali harus ke sini juga lumayan kok 45rb perak buat anak-anak - 120rb perak dewasa buat 2 jam mompa adrenalin |
Posted by Sari on Jul 12, '06 10:11 PM for everyone
Posted by Sari on Jul 12, '06 8:42 AM for everyone |  |
Ke Monkey Forest sore-sore, yah... monyetnya udah pada tidur hehehe... Akhirnya jadi mencari dan menanti sang monyet deh hehhehe...
|
Posted by Sari on Jul 12, '06 6:21 AM for everyone |  |
Karena aku gak bisa ikut ke pura, jadi aku sibuk belajar dan bantu bikin sesaji... Indah deh...
Senang aku...
|
Posted by Sari on Jul 12, '06 5:44 AM for everyone |  |
Hari ini ada perayaan 'kajeng kliwon'. Hanya setiap 35 hari... Pertemuan 2 sistem pekan...
|
Posted by Sari on Jul 8, '06 5:33 PM for everyone
Posted by Sari on May 20, '06 3:09 AM for everyone  Selasa 16 Mei 2006, 9.30 wib, aku berangkat bersama rombongan dari Departemen Budaya dan Pariwisata (Bapak Thamrin Bhiwana Bachri dan Nyonya, Ibu Titien Sumarni, Pak Putu, Mas Krisno dari Kostrad dan Rio dari Sendok Satu) dari Cengkareng menuju Atambua via Surabaya dan Kupang. Bukan perjalanan yang pendek 3 jam lebih via udara dan 5 jam via darat (akhirnya jadi 7 jam darat karena beberapa insiden kecil).
Sampai di Bandara Kupang, 13.40 wita, tim penjemput dari Dinas Pariwisata sudah menunggu di bawah tangga pesawat terbang, dan kami langsung digiring menuju ruangan VIP. Setelah itu, makan siang sudah tersedia, menu ada daging Se'i (daging asap khas makanan pulau Timor), bunga pepaya dan kangkung tumis, ikan, sambal, cumi-cumi, wah luar biasa.
Kurang lebih pukul 15.15.wita perjalanan dilanjutkan kembali via darat dengan menggunakan 4 mobil, tim pengantar kami salah satunya adalah Pak Petrus Brei Kadis Pariwisata dari Belu, benar-benar orang yang ramah dan sangat baik. Selama perjalanan ini banyak terjadi insiden-insiden kecil yang sangat 'menyakitkan'. Rio mengalami 'mabuk darat' sehingga berkali-kali kami harus berhenti dan Pak Petrus lah yang membantu Rio, dengan segala minyak gosok dan pujetan punggung, bahkan ketika akhirnya saya kalah dengan kelok-kelokan, pak petrus pula yang membantu saya dengan pijitan di tengkuk. Pak petrus memang layak dapat bintang penghargaan!
Lebih pukul 17.30 wita kami sempat berhenti di Soe, Timor Tengah Utara atau TTU untuk membeli beberapa kantung buah jeruk manis dan minum teh di rumah makan 'Bunda Kanduang'. Bukan main, pemilik rumah makan Padang ini sudah merantau di pulau Timor sejak 18 tahun yang lalu.
Kami tiba di Atambua mungkin sekitar jam 22.00 wita, langsung menuju kediaman Bupati Belu Bapak Joachim Lopez. Di pintu masuk Pak Gregorius Mau Bili, Wakil Bupati Belu menunggu dengan senyuman, padahal malam sudah larut, ternyata di dalam semua jajaran Muspida dan nyonya sudah menanti kami... Setelah perkenalan, kami dipersilahkan makan malam. Menjelang pukul 12.00 kami sudah berada di penginapan dan akhirnya beristirahat.
Pagi hari pukul 7.30 wita, kami menuju kediaman Bupati dan disambut secara adat! 200 putra-putri Atambua mennyanyi dan menari menyambut kami. Para nona penari Likurai memukul tifa dengan tangkas sambil menari. Paduan suara nona-nona dan nyong-nyong suguhan lagunya adalah KOLAM SUSU-nya Koes Plus ciptaan Yok Koeswoyo, yang diyakini oleh semua masyarakat Belu terispirasi oleh 'Kolam Susuk' sebuah kolaam di Kabupaten Belu yang menghasilkan ikan bandeng.
Ternyata Wakil Gubernur NTT Bapak Frans S Leburaya dan Ibu pun sedang berkunjung ke Atambua, maka pagi itupun lebih lengkap lagi jajajaran Muspida, para Anggota DPRD dari pihak Kodim dan kepolisian pun ada. Acara ramah-tamah di lanjutkan dengan presentasi untuk acara show Kolam Susu, sambutan yang kami terima sangat-sangat positif baik dari Bupati Belu beserta jajarannya dan juga Wagub NTT. The show must go on!!!!
Setelah foto bersama dan berpisah dengan Bupati dan Wagub, Pak Greg (Wakil Bupati Belu) dan nyonya serta Pak Petrus (Kadis Pariwisata Belu) dan nyonya dan sebagian jajaran, mengajak kami untuk meninjau Kolam Susuk. Dan tak disangka sangka, kami diterima secara adat dan sambutannya sangat luar biasa. Aku pun di daulat secara adat untuk menyanyikan lagu Kolam Susu walau tanpa iringan musik apapun...jadilah. Selanjutnya ke Pantai Pasir Putih sesudah melewati pelabuhan Atapupu.
Kunjungan yang terakhir sebelum kembali lagi ke kota, adalah pintu masuk dari Timor Leste di Mota Ain. Tempat ini sempat membuat aku sangat terharu, 35 tahun yang lalu personil grup band koes Plus melewati perbatasan ini juga ke luar negeri, Timor Portugis, sekarang aku ke sini pun hanya melihat perbatasan antara Timor Leste dan Indonesia. Timor bukan bagian dari kita bangsa Indonesia lagi... Pada saat aku jabat tangan dengan anggota TNI yang berjaga di sana, terbersit rasa haru dan bangga terhadap mereka yang jauh dari rumah berjaga-jaga demi keamanan bangsa....Salah satu dari mereka melepasakan topinya dan memberikannya padaku untuk kenang-kenangan.
Kembali ke Atambua, makan siang bersama di kediaman Pak Greg, diiringi suguhan Fiol dari pengungsi Timor Leste, para nona-nona dari SMK Atambua menari poco-poco bersama, dan lagu-lagu Koes Plus yang dinyanyikan oleh Pak Greg, Pak Thamrin, Ibu Greg juga ikut menyumbangkan sebuah lagu, tidak ketinggalan Ibu Petrus menyanyikan dua buah lagu asli Nusa Tenggara Timur.
Selesai acara ramah-tamah kami menuju ke bandara Atambua, dan naiklah ke atas pesawat kecil yang hanya muat 20 orang. Perjalanan menuju Kupang tidak terlalu menyeramkan seperti yang aku bayangkan.
Pagi hari di Kupang, sudah menanti sebuah agenda bertemu dengan Walikota Kupang Bapak Samuel K Lerik. Sesudah itu kami melihat lihat keindahan pantai di kupang dan sempat mampir ke tempat pembuatan gula nira. setelah makan siang kami menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.

| |