Sari's posts with tag: suara hati
Posted by Sari on Nov 3, '06 9:51 PM for everyone berdiri! bangun dari tidur semu! berdiri! bangun dari mimpi! berdiri! berjalanlah pergi.....
Posted by Sari on Jun 20, '06 12:03 PM for everyone
Ampuuuun....!!!!! Gondok gak sih kalo gak diperhatiin???? Egois gak sih pengen diperhatiin agak lebih dikit????? Salah gak sih ngomel-ngomel karena ada yang gak perduli????? Malu gak sih nangis karena itu semua?????
Ya....sudah lah........
*hmmmm ternyata yang gondok dan nangis bukan cuma aku aja kalo gak diperhatiin... hari ini 4 orang curhat.. masalahnya... kurang perhatian.... hicks...
Posted by Sari on Jun 8, '06 4:39 AM for everyone
Aku mau pulang, ijinkan aku pulang Air mata sudah mulai menetesi perjalan kita bedua Bukan kau tidak baik padaku Tapi hati ini tak lagi merasakan lembutnya kasih…
Aku mau pulang, biarkan aku pulang Rasa sayang dan kasihku tak akan pernah berubah Kau masih yang terbaik dari semua Hanya mungkin cinta itu tidak pernah bersemi di sini
Aku mau pulang…..
Posted by Sari on Jun 7, '06 5:40 AM for everyone
Kerinduan memecah gendang suaraku, Sesudahnya sunyi tak ada lagi ….
Ingin kutampar mukamu yang selalu tersenyum, Memandang penuh cinta, Hanya memandang ….
Ingin kutampik uluran tanganmu, Terulur mesra, Tak pernah menyentuh …
Semua terlihat, kurasa, Tapi, Tak sampai …
Somehow…I left you for loneliness!!!
Posted by Sari on Jun 7, '06 5:18 AM for everyone
Saat mati dan hidup kembali Dimanakah engkau wahai kawanku? Aku berharap kau ada dan melihat Aku yang mati telah terhidupkan
Terpikirkah olehmu bahwa kau pun mati? Apakah kau tak berpikir? Apakah arti matimu kalau kau tak tahu hidup itu? Tak terpikir olehmu?
Kawan..saat akan hidup terlihat olehku CAHAYA!!! Begitu indah menghantam qalbuku Hampir aku mati kembali tak kuasa menahan Tak terpikir olehmu?
Aku mati tapi terhidupkan Dan kau mati apakah kau akan hidup? Tak terpikir olehmu?
Bulan maret hari ketiga belas tahun ke 2003 Rumah Biru
Posted by Sari on Jun 7, '06 5:09 AM for everyone
YA ALLAH YA TUHANku
Yang maha Mengetahiu segala isi relung qalbuku Yang Maha Pencipta segala rasa dan karsaku Yang Maha Mengampuni segala dosa dan khilafku Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Di mana aku bisa mengadu tentang aku...
YA ALLAH Yang Maha Melihat, kadang terbersit di hatiku
KAU telah mengetahui segala awal dan akhir dari hidupku KAU telah menentukan siapa dan apa aku.....
Apakah KAU tertawa kala aku berbuat kebodohan ? Apakah KAU tersenyum kala aku tergelincir di atas kataku sendiri ?
YA Yang Maha Kuasa, Siapa yang dapat bersembunyi dari pengelihatanMU ?
Apa yang KAU lihat dari aku YA KHALIK ku ?
Jasad perempuan yang tak berdaya ? Atau percikan ROHMU yang KAU pinjamkan kepadaku ?
Bulan maret hari ke dua puluh delapan tahun ke 2003 Rumah Biru
Posted by Sari on May 27, '06 2:35 PM for everyone
Terasa sendu kala kudendangkan nyanyian hatiku Kelu lidahku tak seirama dengan detak jantungku Melodi yang terangkai tak selancar aliran darahku Bagai nafas yang tersengal nada nada suaraku
Entah sampai kapan kusimpan nyanyian hatiku Terpendam diantara kegalauan raga dan sukmaku Apa yang kau sembunyikan wahai hatiku? Apa yang kau risaukan wahai sukmaku?
Tak taukah kau wahai hati bahwa Ia mencintaimu? Sadarkah kau sukma bahwa Ia menantimu? Galaukah kau wahai raga bahwa aku bukan milikmu? Katakanlah bahwa kau tahu apa yang ada dalam hatimu!
Nyanyikanlah nyanyian hatimu walau terasa sendu Nyanyikanlah.... itu adalah lagumu, Walau nada tak seirama dengan nafas dan detak jantungmu Walau darah sudah tak lagi mengalir dalam ragamu.....
Bulan mei hari ke lima belas tahun ke 2003 Rumah Biru
Posted by Sari on May 27, '06 2:31 PM for everyone Aku bertanya.... Apakah cinta ?, apakah kasih ?, apakah sayang ? Apakah asmara ?, apakah kerinduan ?, apakah cemburu ? Apakah kesepian ?
Aku bertanya.... Apakah itu rasa ? apakah itu nyata ?apakah itu maya ?
Aku bertanya..... Apakah anak itu ?, apakah suami itu ? apakah ayah itu ? Apakah ibu itu ?
Aku bertanya.... Apakah peranku dalam dunia ?
Aku bertanya... Apakah aku ?
Bulan maret hari ke dua puluh delapan tahun ke 2003 Rumah Biru
Posted by Sari on May 27, '06 2:26 PM for everyone
Dan segala puji dan syukur kepadaMU Ya RABku Pencipta segala yang pernah kupandang Pencinta sejati lebih dari semua cinta yang pernah kukenal Ya ALLAHku Yang Maha Pengasih dan Penyayang Betapa bodohnya hamba yang berharap cinta Dari yang masih berpengharapan cinta Ya MALIK KAU lah cinta dari segala cinta KAU lah cinta yang kuharap dari semua cinta Dan aku terjerembab kedalam cintaMU Berilah Ya Yang Maha Abadi sedikit dari cintaMU Untukku dari yang juga berpengharapan cinta dariMU
Bulan maret hari kedelapan tahun ke 2003 Padepokan Thaa haa
Posted by Sari on May 26, '06 1:36 PM for everyone Pagi ini aku bangun dari tidurku dan tersadar bahwa apa yang telah kuberikan dan kulakukan tak berarti bagimu. Segala bentuk dan rasa cinta yang kupersembahkan untukmu hanya menjadi bagian dari pertunjukan yang sedang kau mainkan selayaknya seorang dalang memainkan wayangnya.
Sejujurnya ada rasa yang menusuk dan menyesakkan dada, selama ini aku masih berusaha mengatakan bahwa engkau melakukan itu karena memang kau seperti itu. Aku yang harus berubah karena karakterku yang begitu keras dan egois. Dan karena aku mencintai kamu dengan tulus, segala yang ada ingin kuberikan untukmu. Kasih sayang, perhatian, materi, apapun yang kau butuhkan jika kumiliki pasti kuberi.
Sekarang, pagi ini, aku melihat bahwa cinta tidak pernah ada dihatimu. Maafkan aku sayang, aku menilaimu demikian karena ini yang kulihat dan ini yang kurasa. Aku membandingkan kita dengan jutaan pasangan lain yang menyatakan mereka saling mencintai, mereka saling memberi dan saling menjaga. Bukan berarti bahwa kau tak menjagaku dan kau tak memberi tapi, porsi yang ada ternyata tak seimbang.
Sekali lagi bukan aku meminta agar kamu bisa ‘memberi’ seimbang dengan apa yang kuberikan, bukan sayang, bukan itu. Hanya aku melihat dan merasa bahwa ternyata kau hanya membutuhku sebagai seorang pengagum yang mau melakukan apa saja demi kamu. Kamu tidak terlalu membutuhkan cinta yang kuberikan bahkan mungkin, menurut penilaianku, cinta yang kuberikan mengganggu kehidupanmu.
Maafkan aku apabila aku menilai dirimu seperti ini. Bukan berarti aku akan mengurangi rasa cintaku untukmu tapi aku rasa ada baiknya bahwa kau belajar dulu apa arti cinta itu sendiri. Sepertinya kamu menciptakan definisi yang bebeda mengenai cinta. Untukmu cinta berati menerima, ya menerima perhatian, kasih sayang, bantuan dan kepatuhan itulah cinta untukmu. Betapa memyedihkan apabila memang benar itu cinta untukmu.
Sekarang kalau kau ingin mengetahui apa yang kurasakan mungkin kau akan kecewa karena sepertinya aku akan memutuskan untuk mengurangi semua yang telah kuberikan kepadamu sampai akhirnya kau sadar bahwa ‘it take two two tanggo’. Aku sudah cukup lelah untuk menari sendiri di tengah panggung yang kau buat dengan musik yang kau mainkan.
Sayangku hari ini kekecewaanku terlalu besar, sehingga ada keinginan meninggalkanmu, tapi untuk sementara. Tapi jangan kau risau, cintaku masih sama dan belum berubah. Mungkin besok hatiku tdak terlalu sakit lagi dan kau bisa kembali melakukan apa yang biasa kau lakukan, tapi hari ini, maaf aku tak sanggup menerimanya.
Posted by Sari on Dec 8, '05 8:30 AM for everyone (Suatu hari di tahun 1985)
Kita tertawa seperti dua rubah kecil yang tersesat di kota, tak bisa berguling-guling di atas rumput yang mengelitik, tak bisa berkejaran di antara semak berbunga. Tersesat dalam dunia yang bukan hitam putih, tidak juga berwarna warni. Tersesat, ya tersesat yang amat sangat menyenangkan, tidak usah berpikir mengenai ke mana arah pulang, kita bisa terus bermain dan bermain di dalam lemari baju yang setengah gelap. (by the way, kamu gak di marahin mamamu kan pulang terlambat?)
Duduk berdua bercumbu kecil di sini, dengan kamu, tanpa perduli semua teman kita memperhatikan sambil mencibir dan meledek kita (biar mereka cemburu, karena kita ciuman terus), Pernah terpikir bahwa pada saat bibir berpaut semua seperti jungkir balik? Semua berjalan dengan lambat, kecuali detak jantung. Boom boom boom, hmmmm suaranya menyenangkan.
Kita tertawa lagi, mungkin lebih perlahan, detak jantung makin kencang ( apa lagi ya sesudah ciuman, ciuman lagi? Dan terus?)
(kalau bisa ku putar waktu kembali, kemana waktu yang kutuju?)
Posted by Sari on Nov 22, '05 8:51 PM for everyone
Mega mendung di atas Ubud. Sesekali seekor burung bangau putih terbang rendah di atas pepadian. Awan hitam menjadi latar indah untuk sebuah titik putih yang melayang-layang sendiri. Angin menghembus bermalas-malasan, sepertinya enggan berkejaran. Matahari pun terkesan malu mengintip di balik awan.
Semua indah
Seperti saat kita bercinta, langit biru kelambunya, pasir halus hitam alasnya, deburan ombak senada dengan gelora hasrat yang tak henti hentinya menyapa pantai. Bibirmu mencari dan mencari semua yang bisa menghilangkan rasa hausmu, kau reguk dengan sepenuh hati.. Elise, Elise oh Elise,
Betapa ku mendendam rindu ini, betapa tubuh ini merindukan sentuhanmu, ciumanmu, betapa jiwa membutuhkan cintamu. Betapa segala yang kulihat mengingatkan ku padamu.
Posted by Sari on Sep 7, '05 11:33 AM for everyone
Pada suatu hari ada seseorang berkata kepada sang istri bahwa dia mencintai orang lain selain istrinya, dengan sepenuh hati lagi...dan dia juga mencintai istrinya dengan sepenuh hati juga...istrinya bilang 'ya udah, kawinin aja perempuan yang kamu cintai itu...' (dengan nada manis lho gak pake jutek)
Pada suatu hari juga ada seseorang yang mengaku kepada suaminya bahwa ia mengandung benih cintanya dengan orang lain yang ia cintai selain sang suami...
Pada suatu hari ada seseorang yang mengaku kepada istrinya bahwa kekasihnya mengandung benih cintanya selain dari sang istri....
Pada suatu hari ada seseorang istri yang bercerita ia jatuh cinta dengan suami orang...
Pada suatu hari ada seorang suami yang jatuh cinta dengan istri orang...
Pada suatu hari semua mengakui sedang mencinta...mencinta dan mencinta...
Pada satu hari ini pengetahuan mencinta berlipat ganda, cinta cinta cinta, semua boleh memilikinya, boleh merasakanya, boleh melepasnya, boleh menolaknya boleh..boleh boleh..
Posted by Sari on Jul 15, '05 11:41 AM for everyone
Can I just disappear? Please don't let me reappear!! I just want to be left alone in the dark Where thera are no flying lark Let me be in the gloom Where you can never see any moon...
Posted by Sari on Jun 15, '05 2:40 AM for everyone
Duduk di teras belakang rumah, termenung, mengitung jumlah tetes air yang turun dari langit sejak tadi pagi. Pekerjaan yang membosankan kalau tidak sia-sia. Bertanya, maaf, mau ke mana? Mau ke mana? Ya mau ke mana? Dari teras ini mau ke mana atau MAU KE MANA? Teras ini nyaman, terlalu nyaman untuk ditinggalkan.... Sama juga dengan SAAT ini, terlalu nyaman untuk ditinggalkan KE MANA-MANA.
| |